Sabtu, 13 Maret 2010

Soal Pendidikan dan Kependudukan Lingkungan Hidup

Selesaikanlah 2 soal berikut !
Bagaimana peran kalian sebagai mahasiswa untuk meminimalisir berbagai masalah lingkungan yang selama ini terjadi ?
Apa saja dampak limbah dan limbah berupa B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) ?

Jawaban soal diatas
Untuk mengatasi permasalahan kependudukan dan lingkungan, maka mahasiswa perlu melakukan pengenalan program Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup baik terhadap masyarakat umum maupun terhadap peserta didik di jalur pendidikan formal, yaitu jalur pendidikan sekolah. Pada masyarakat umum, mahasiswa harus melakukan pengenalan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup melalui jalur pendidikan informal seperti melalui kegiatan keagamaan, perkumpulan profesi, PKK, karang taruna, penyuluhan di daerah-daerah, atau penjelasan dan informasi melalui media cetak dan elektronik. Sehingga dengan adanya pengenalan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup tersebut, diharapkan manusia bisa lebih bijak didalam memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam yang ada. Sekaligus dapat menanamkan pada setiap individu khususnya peserta didik dalam Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup dalam hal pengertian, kesadaran, sikap dan perilaku yang rasional serta bertanggung jawab terhadap berbagai aspek kehidupan manusia khususnya hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Terkhusus pada realitas kehidupan yang mengharuskan pemenuhan kehidupan manusia akan sumber daya alam. Dengan adanya kegiatan seperti itu diharapkan tertanam prinsip-prinsip menuju masyarakat yang berkelanjutan, yaitu merubah paradigma masyarakat dari mentalitas frontier menjadi mentalitas masyarakat yang berkesinambungan dan berusaha :
Menghormati dan memelihara komunitas kehidupan
Memperbaiki kualitas hidup manusia
Melestarikan daya hidup dan keragaman bumi
Menghindari pemborosan sumber-sumber daya yang tak terbarukan
Berusaha tidak melampaui batas kapasitas daya dukung bumi
Mengubah sikap dan gaya hidup orang
Disamping itu, melakukan pengenalan kepada masyarakat terhadap ciri-ciri dari etika lingkungan yang berkelanjutan, yaitu seperti :
Sumber alam di bumi adalah terbatas
Manusia adalah bagian dari alam
Manusia harus bijaksana dan membantu alam untuk dapat melangsungkan hidupnya.
Perubahan pola pikir yang berpikiran fontier menjadi pembangunan yang berkelanjutan, setidaknya kita dapat menaruh harapan besar terjadinya perubahan-perubahan pengelolaan sumberdaya alam yang tidak berpihak kepada alam menjadi berpihak kepada alam, dan sekaligus dapat meminimalisir pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang akibatkan oleh ulah manusia.

Dampak Limbah
Menyebabkan Pencemaran Air.
Air yang telah tercemar dapat mengakibatkan kerugian terhadap manusia dan ekosistem yang ada didalam air. Kerugian yang disebabkan oleh pencemaran air dapat berupa :
Air tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan rumah tangga, seperti untuk diminum, mandi, memasak mencuci dan lain-lain.
Air tidak dapat digunakan untuk keperluan industri, contoh air yang terkena minyak tidak dapat digunakan lagi sebagai solven atau sebagai air dalam proses industri kimia.
Air tidak dapat digunakan untuk keperluan pertanian, seperti untuk irigasi, pengairan sawah dan kolam perikanan. Apabila air sudah tercemar oleh senyawaan organik, maka dapat mengakibatkan perubahan drastis pada pH air. Air yang bersifat terlalu asam atau basa akan mematikan tanaman dan hewan air. Selain itu air yang tercemar oleh limbah B3 menyebabkan banyak ikan mati dan pada manusia timbul penyakit kulit seperti rasa gatal.
Menyebabkan Pencemaran Udara
Pencemaran udara diakibatkan oleh asap yang berasal dari pabrik, kendaraan bermotor, dan pembakaran-pembakaran lainnya. Sehingga dapat mengakibatkan polusi udara yang menganggu kenyamanan ketika menghirup udara (bernafas). Apabila udara yang dihirup telah tercemar, maka akan menimbulkan penyakit seperti sesak napas dan gangguan paru-paru lainnya.

Menyebabkan Pencemaran Tanah
Tanah yang telah tercemar oleh bahan pencemar seperti senyawa karbonat maka tanah tersebut akan menjadi asam H2S yang bersama CO membentuk senyawa beracun didalam tanah sehingga cacing penggembur tanah mati. Ketiga dampak pencemaran tanah ini dapat berakibat buruk terhadap lingkungan terutama karena hasil kegiatan industri dimana limbahnya langsung dibuang tanpa melalui proses pengolahan lebih dahulu yaitu limbah berbahaya yang masih mengandung racun (limbah B3).

Dampak Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Contoh limbah B3 ialah logam berat seperti Hg, Cr, Cd, Cu, Pb, Ni, Ar, CO, NO_(X ), SO_X, dan Pestisida.
Adapun dampak B3 tersebut antara lain :

Air Raksa /Hargentum/ Hg/ Mercury
Efek Fisiologis :
Efek toksisitas mercury terutama pada susunan saraf pusat (SSP) dan ginjal dimana mercury terakumulasi yang dapat menyebabkan kerusakan SSP dan ginjal antara lain tremor, kehilangan daya ingat.
Efek pada pertumbuhan :
MeHg mempunyai efek pada kerusakan janin dan terhadap pertumbuhan bayi. Kadar MeHg dalam darah bayi baru lahir dibandingkan dengan darah ibu mempunyai kaitan signifikan. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terpajanibu darah

MeHg bisa menderita kerusakan otak dengan manifestasi :

• Retardasi mental
• Tuli
• Penciutan lapangan pandang
• Buta
• Microchephaly
• Cerebral Palsy
• Gangguan menelan

Efek yang lain :
Efek terhadap sistem pernafasan dan pencernaan makanan dapat terjadi pada
keracunan akut.
Inhalasi dari elemental Mercury dapat mengakibatkan kerusakan berat Dari jaringan paru. Sedangkan keracunan makanan yang mengandung Mercury dapat menyebabkan kerusakan liver.
Chromium (Cr)
Efek Fisiologi :
• Cr (III) merupakan unsur penting dalam makanan (trace essential) yang mempunyai fungsi menjaga agar metabolisme glucosa, lemak dan cholesterol berjalan normal.
• Organ utama yang terserang karena Cr terhisap adalah paru-paru, sedangkan organ lain yang bisa terserang adalah ginjal, lever, kulit dan sistem imunitas.
Efek pada Kulit :
Dermatitis berat dan ulkus kulit karena kontak dengan Cr-IV.
Efek pada Ginjal :
Bila terhirup Cr-VI dapat mengakibatkan necrosis tubulus renalis.
Efek pada Hati :
Pemajanan akut Cr dapat menyebabkan necrosis hepar. Bila terjadi 20 % tubuh tersiram asam Cr akan mengakibatkan kerusakan berat hepar dan terjadi kegagalan ginjal akut.

Cadmium (Cd)
Beberapa efek yang ditimbulkan akibat pemajanan Cd adalah adanya kerusakan ginjal, liver, testes, sistem imunitas, sistem susunan saraf dan darah.

Cupper / Cuprum / Tembaga (Cu)
Cu dalam jumlah kecil (1 mg/hr) penting dalam diet agar manusia tetap sehat. Namun suatu intake tunggal atau intake perhari yang sangat tinggi dapat membahayakan. Bila minum air dengan kadar Cu lebih tinggi dari normal akan mengakibatkan muntah, diare, kram perut dan mual. Bila intake sangat tinggi dapat mengakibatkan kerusakan liver dan ginjal, bahkan sampai kematian.
Timah Hitam (Pb)
Efek yang ditimbulkan adalah gangguan pada saraf perifer dan sentral, sel darah, gangguan metabolisme Vit.D dan Calsium sebagai unsur pembentuk tulang, gangguan ginjal secara kronis, dapat menembus placenta sehingga mempengaruhi pertumbuhan janin.

Nickel (Ni)
Inhalasi debu yang mengandung Ni-Sulfide mengakibatkan kematian karena kanker pada paru-paru dan rongga hidung, dan mungkin juga dapat terjadi kanker pita suara.
Pestisida
Pestisida golongan Organophosphat dan Carbamat dapat mengakibatkan keracunan sistemik dan menghambat enzym Cholinesterase (Enzim yang mengontrol transmisi impulse saraf) sehingga mempengaruhi kerja susunan saraf pusat yang berakibat terganggunya fungsi organ penting lainnya dalam tubuh. Keracunan pestisida golongan Organochlorine dapat merusak saluran pencernaan, jaringan, dan organ penting lainnya.
Arsene (Ar)
Arsen inorganik telah dikenal sebagai racun manusia sejak lama, yang dapat mengakibatkan kematian. Dosis rendah akan mengakibatkan kerusakan jaringan. Bila melalui mulut, pada umumnya efek yang timbul adalah iritasi saluran makanan, nyeri, mual, muntah dan diare. Selain itu mengakibatkan penurunan pembentukan sel darah merah dan putih, gangguan fungsi jantung, kerusakan pembuluh darah, luka di hati dan ginjal.
Nitrogen Oxide (NOx)
Dampak terhadap kesehatan berupa keracunan akut sehingga tubuh menjadi lemah, sesak nafas, batuk yang dapat menyebabkan edema pada paru-paru.

Sulfur Oxide (SOx)
Terjadi keracunan akut
• Pemajanan lewat ingesti efeknya berat, rasa terbakar di mulut, pharynx, abdomen yang disusul dengan muntah, diare, tinja merah gelap (melena). Tekanan darah turun drastis.
• Pemajanan lewat inhalasi, menyebabkan iritasi saluran pernafasan, batuk, rasa tercekik, kemudian dapat terjadi edema paru, rasa sempit didada, tekanan darah rendah dan nadi cepat
• Pemajanan lewat kulit terasa sangat nyeri dan kulit terbakar.

Karbonmonoksida (CO)
• Keracunan akut
Terjadi setelah terpajan karbonmonoksida berkadar tinggi. CO yang masuk kedalam tubuh dengan cepat mengikat haemoglobine dalam darah membentuk karboksihaemoglobine (COHb), sehingga haemoglobine tidak mempunyai kemampuan untuk mengikat oksigen yang sangat diperlukan untuk proses kehidupan dari pada jaringan dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena CO mempunyai daya ikat terhadap haemoglobine 200 sampai 300 kali lebih besar dari pada oksigen, yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi otak atau hypoxia, susunan saraf, dan jantung, karena organ tersebut kekurangan oksigen dan selanjutnya dapat mengakibatkan kematian.
• Keracunan kronis
Terjadi karena terpajan berulang-ulang oleh CO yang berkadar rendah atau sedang. Keracunan kronis menimbulkan kelainan pada pembuluh darah, gangguan fungsi ginjal, jantung, dan darah.
Pada tanah akan merusak kesuburan tanah, dan pada air akan menyebabkan pengendapan logam berat yang berbahaya. Begitu juga ada udara akan menyebabkan udara terkontaminasi logam berat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar